Penjualan BBM di Musi Rawas Terkendala, Pjs SBM Pertamina Lubuklinggau Akui Sudah Adil 

MUSI RAWAS – Dalam 1 (satu) pekan terakhir ini, penjualan BBM jenis apapun dirasakan mengalami kendala. Hal ini dirasakan bahwa ada penurunan volume penjualan dari beberapa SPBU di Musi Rawas akibat ketiadaan BBM.

Hal ini diungkapkan Bambang selaku Manager SPBU Pedang Kabupaten Musi Rawas, menurutnya, turun nya volume penjualan akibat adanya pengaturan pengiriman BBM dari depot pertamina yang tidak bagus.

Ia mencontohkan, untuk kebutuhan BBM di Musi Rawas telah dialihkan melalui Depot Pertamina Lahat yang mana jarak tempuh dari Lahat sampai ke Musi Rawas membutuhkan waktu sekitar 4-5 jam, sehingga BBM baru sampai di lokasi SPBU Musi Rawas pada malam hari atauk esokan pagi nya. Sehingga waktu yang diperlukan dari mulai pembayaran ke pertamina sampai ke lokasi SPBU di Mura kurang lebih 2 hari baru bisa dijual ke konsumen.

Bambang mengaku hal ini sangat merugikan pihak pengelola SPBU, mengingat untuk bisa membeli BBM berikutnya pihak pengelola harus menunggu hasil penjualan BBM yang telah dibayar sebelumnya.

“Padahal seharusnya SPBU di Musi Rawas bisa dipenuhi kebutuhannya dari Depot Lubuk Linggau yang jaraknya dekat. Permasalahan ini sudah beberapa kali terjadi namun Pihak Pertamina sepertinya tutup mata. Kita mengimbau agar Direksi Pertamina segera menyelesaikan masalah yang terjadi akibat jeleknya tata kelola Niaga BBM di Kabupaten Musi Rawas,”ujar Bambang tegas.

Untuk memastikan kejelasan , pihak SPBU Pedang mencoba menanyakan ke depot pertamina Lubuklinggau, namun jawaban dari pihak Depot pertamina tidak memberikan solusi terbaik, bahkan mengklaim mereka sudah bertindak adil.

Bambang membeberkan , bahwa Arif Zarkhasih selaku Pjs SBM LubukLinggau memberi informasi bahwa adanya kondisi alam yang tidak bisa dihindari di Bengkulu, yaitu pendangkalan laut di Pelabuhan Pelindo mengakibatkan tidak bisa bersandarnya kapal BBM yang akan suplai ke Depot Bengkulu. Akibatnya SPBU Wilayah Bengkulu tidak dapat dikirim sementara waktu dari Depot Bengkulu. Untuk itu maka diperlukan bantuan pengiriman sementara dari seluruh depot terdeka, salah satunya dari Depot Lubuk Linggau.

“Karena kalau tidak dibantu, maka suplai ke seluruh provinsi Bengkulu bisa terputus. Sesuai yang saya info digrup bahwa saat ini sedang dilaksanakan pengaliham sementara pengiriman SPBU dari Depot Jambi dan Depot Lahat. hal ini memang bukan pengiriman ideal tetapi harus dilakukan demi pemerataan suplai energi untuk seluruh wilayah . Sekali lagi mohon pengertian untuk teman2 SPBU dan mohon maaf juga atas ketidaknyamannya. tetap diusahakan untuk semua SPBU bisa tersalur sesuai perencanaan semaksimal mungkin,”beber Bambang terkait percakapan Arif selaku Pjs SMB Lubuklinggau.

Tak sebatas itu, Bambang kembali membeberkan percakapan dari Pjs Depot Pertamina Lubuklinggau yang mengatakan kondisi saat ini memang linggau diprioritaskan untuk suplai ke bengkulu karena memang yang terdekat dari Bengkulu adalah FT linggau.

“Dan rasamya juga cukup adil Pak pembagiannya, untuk SPBU Bapak juga masih mendapatkan suplai sebagian dari Linggau dan sebagian dari Lahat. Tentunya juga kami tidak ingin hal seperti ininterjadi, tapi karena adanya kondisi alam yang tidak bisa dihindari maka keputusam ini harus diambil terlebih dahulu. mohon pengertiannya, terima kasih,”beber Bambang lagi.

Menimpali penjelasan tersebut, Bambang menjelaskan bahwa permasalahan nya adalah ketidak jelasan dalam pengiriman BBM ke SPBU sehingga menganggu penjualan. Hal lainnya adalah ketika SPBU Pedang dialihkan dari Lahat. Dimana pihak Depo Lahat memprioritaskan terlebih dahulu kebutuhan Lahat, barus setelah nya mereka melayani Musi Rawas sehingga hg Musi Rawas menjadi orioritas terakhir.

“Sebaliknya SPBU Musi Rawas yang nota bene lebih dekat dari Linggau juga anda buang ke Lahat dimana hanya sebagian kecil pesanan yang dilayani depo Linggau, sisanya yg sebagian besar anda alihkan melalui Lahat. Dengan kondisi seperti ini, tentunya menganggu penjualan sekaligus kebutuhan BBM Musi Rawas. Kemudian juga dengan tidak jelasnya pengiriman dari Lahat mengakibatkan cost naik menjadi 3 kali dibanding apabila pengiriman dari depo Linggau,”ketus Bambang.

Persoalan ini tentunya sangat merugikan pihak SPBU dan juga mengganggu suplai BBM ke Musi Rawas. Seharusnya meskipun kondisi demikian, pihak Depo Linggau tetap memprioritaskan SPBU di lingkup DEPO Linggau, dan baru sebagian kecilnya dialihkan ke Lahat, bukan yang utama ke Lahat sedangkan sebagian kecilnya yang dilayani depo Linggau.

“Dan kami sudah beberapa kali minta ini menjadi perhatian pihak pertamina Linggau namun tidak pernah ditanggapi. Jadi ada baiknya jika saya laporkan kondisi demikian ke Direksi Pertamina agar persoalan ini ada solusi yang adil,”tegasnya.

Perihal pernyataan Pjs SBM Lubuklinggau yang mengatakan sudah adil. Dirinya menegaskan yang merasakan adil atau tidaknya bukan Pjs SBM Linggau, melainkan dari sisi pihaknya sebagai pengguna jasa.

“Gak bisa anda mengklaim sepihak bahwa anda sudah itu artinya mereka tidak mengerti bagaimana sebuah jasa pelayanan dalam melakukan services,”pungkasnya. (BI)

error: fuck you not copy!!!